Sejenak menepikan diri ke alam bebas nan jauh di barat kota Banyuwangi 22/12/2024. Sebagian raga yang rentan ini ingin sekali rasanya menyatukan energi alam. Terbesit disaat pendakian, bahwa diri harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. petik pesan dari perjalanan ini seberat dan seterjal apapun yang ada dihadapanmu, rasakan rasa sakit dan ketidaknyamanannya ia akan membentukmu. Ingin menyerah...?, jangan dulu masih banyak episode seru didalam cerita Tuhan. Jika ada tempat untuk isitirahat segeralah menepi, jangan pernah sia-siakan hal itu. Tak semuanya perlu dikejar, tetapi dijalani. Sepenggal cerita dalam pendakian tersebut, aku sempat terjatuh dalam perjalanan. Terdapat luka yang harus aku obati...tetapi tetapku lanjutkan perjalanannya hingga sampai basecamp. Menariknya seni dari perjalanan ini adalah persiapan dan kesiapan. Sama halnya dengan apa yang sedangku usahakan. Jika selalu siap dalam segala hal tanpa menunggu kesempatan untuk hadir... disaat itulah, tanpa disadari kesempatan itu terbuka sendiri. Kesempatan hadir tanpa menunggu siap, dan kesiapan selalu membuka peluang untuk kesempatan yang ada. Ada kalimat yang masih kuingat dan kutanamkan dalam diriku sendiri sebagai pedoman.
"Disiplin tidak mengikat, justru membebaskan". dalam hal ini dapat dijabarkan bahwa kedisiplinan seringkali menjadi beban bagi seseorang untuk melakukannya. Tetapi dibalik kedisiplinan...kita mendapatkan kebebasan dari kebiasaan yang dibentuk dari kedisiplinan. contoh : dimasa muda kita senantiasa menjaga tubuh dengan rutin berolahraga...dan disaat masa tua kita terbebas dari segala bentuk penyakit dan tetap bisa menikmati hidup. Itulah kebebasan yang ingin aku miliki dimasa tua nanti.
Banyuwangi, 26 Desember 2024

Tidak ada komentar:
Posting Komentar